Levidian mengatakan bahwa hidrogen merupakan bahan bakar yang bersih karena ketika dibakar, ia menghasilkan panas dan energi, tetapi satu-satunya emisi yang dihasilkan adalah uap air, tidak ada karbon dioksida. Sementara itu, karbon dari metana yang terurai jatuh ke dalam hopper sebagai benda padat yang disebut grafena.
“Grafena adalah material yang baru dikenal dunia sains sekitar dua dekade lalu dan sering disebut-sebut sebagai material terkuat di dunia” kata Dr. Ellie Galanis, kepala pengembangan komersial di Levidian, yang sangat ingin memamerkan hasil panen grafena dari hopper LOOP di lab perusahaan tersebut.
” Ini adalah saat yang sangat menarik untuk terlibat dalam graphene,” kata Galanis, yang menyebut dirinya “ahli grafena,” sambil menggoyangkan kubus berisi material hitam seperti bubuk. “Ini luar biasa.”
Baca Juga : Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 15 Juta SID
Galanis dan timnya telah sibuk berupaya menemukan cara untuk menggunakan grafena yang diproduksi Levidian guna meningkatkan daya tahan produk sehari-hari. “Jika anda memasukkan grafena ke dalam tapak ban, anda dapat membuatnya lebih kuat. Anda dapat membuatnya lebih awet dan anda dapat membuatnya lebih hemat bahan bakar,” katanya tentang salah satu aplikasinya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








