Sei-news.com, Kupang – Ketika harapan masyarakat digantungkan pada proyek pembangunan, namun hasilnya hanya berupa puing-puing dan rumput liar, pertanyaan paling mendasar yang layak diajukan adalah: Apakah ini kegagalan biasa, atau ada kesengajaan yang tersembunyi?
Inilah narasi kelam di balik dua proyek pariwisata di Kabupaten Kupang, Fatu Braon dan Pantai Teres, yang saat ini kembali menjadi sorotan tajam publik setelah Bupati Kupang Yosef Lede melakukan kunjungan langsung ke lokasi dan menyampaikan kritik pedas di hadapan media.
Dikerjakan pada era pemerintahan sebelumnya, proyek Fatu Braon dan Pantai Teres diklaim sebagai proyek strategis daerah yang ditujukan untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Namun kenyataan di lapangan sangat jauh dari narasi yang dijual kala itu. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp40 miliar dari APBD, namun saat ini tak satu pun kawasan tersebut berfungsi sebagaimana mestinya.
Yang tersisa hanyalah bangunan setengah jadi, akses jalan yang rusak, papan informasi yang lapuk, dan tidak adanya aktivitas wisata sama sekali.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








