Tak Terima Kematian Siswa SD karena Kemiskinan, Agus Boli Ultimatum Bupati Ngada: Minta Maaf atau Dilaporkan!
Ngada, SNC – Kematian tragis seorang siswa Sekolah Dasar berinisial YBR di Desa Neowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengundang reaksi keras dari tokoh masyarakat dan advokat publik, Agustinus Payong Boli, SH, MH, M.IP. Menurut Boli, kasus tersebut bukan sekadar tragedi individual, melainkan refleksi kegagalan negara dalam melindungi masyarakat miskin akibat kemiskinan struktural yang berkepanjangan.
Agus Boli melayangkan somasi keras kepada Bupati Ngada dengan ultimatum tegas: Bupati harus meminta maaf secara terbuka dalam tujuh hari, atau mempertanggungjawabkan kegagalannya secara hukum melalui laporan pidana dan perdata ke aparat penegak hukum. Somasi ini membuka babak baru di tengah dinamika kebijakan publik dan perjuangan penegakan hak-hak warga miskin di NTT.
Peristiwa bunuh diri yang menimpa YBR, seorang siswa SD yang masih berusia belia, menggambarkan permasalahan kemiskinan ekstrem yang masih menghantui sejumlah wilayah di NTT. Belum sempurnanya penyaluran bantuan sosial, khususnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang seharusnya menjadi hak keluarga YBR, menjadi sorotan utama dalam somasi tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








