SN – Kematian tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi fenomena tragis yang tak kunjung usai. Setiap tahun, puluhan jenazah TKI asal NTT tiba di kampung halaman dalam peti mati, sebagian besar di antaranya adalah pekerja migran ilegal yang berjuang mengais rezeki di luar negeri tanpa perlindungan hukum. Fenomena ini mencerminkan rentetan masalah serius yang menghantui NTT: kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, dan minimnya akses terhadap fasilitas kesehatan yang layak.
Mimpi Meraih Kesejahteraan Berujung Duka
Banyak pemuda NTT berbondong-bondong menjadi TKI, baik secara legal maupun ilegal, dengan harapan dapat memperbaiki perekonomian keluarga. Sayangnya, mereka yang berangkat tanpa dokumen resmi seringkali menjadi korban eksploitasi, perbudakan modern, dan bahkan kematian yang tak wajar di negeri orang.
Peristiwa-peristiwa kematian ini menyoroti minimnya perlindungan bagi para pekerja ilegal, yang tidak memiliki akses ke jaminan kesehatan dan keselamatan kerja selama di luar negeri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








