Nani, salah seorang TKI ilegal asal NTT yang bekerja di Malaysia, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sebuah perkebunan kelapa sawit. Kasus Nani hanyalah satu dari sekian banyak kisah pilu pekerja migran NTT yang berakhir tragis.
Menurut data Lembaga Advokasi Kesejahteraan TKI (LAK-TKI), tahun 2023 mencatatkan 118 kematian TKI asal NTT, dengan mayoritas dari mereka adalah pekerja ilegal. Mereka sering kali dipekerjakan dalam kondisi yang tidak manusiawi, tanpa upah yang layak, dan tanpa akses terhadap fasilitas kesehatan.
Fasilitas Kesehatan Terbatas: Rantai Masalah di NTT
Kondisi fasilitas kesehatan di NTT yang terbatas turut memperparah krisis ini. Di berbagai daerah pedesaan, akses terhadap layanan kesehatan masih jauh dari memadai.
Rumah sakit rujukan yang ada di NTT, seperti RSUD Johannes di Kupang, sering kewalahan menangani jumlah pasien yang terus meningkat, termasuk di antaranya TKI yang sakit atau cedera setelah kembali dari luar negeri.
Dalam banyak kasus, fasilitas kesehatan yang minim di kampung halaman turut berkontribusi pada keterlambatan penanganan medis bagi TKI yang mengalami sakit setelah kepulangan mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








