Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kematian TKI Ilegal dan Keterbatasan Fasilitas Kesehatan NTT: Jeritan Pilu di Tanah Sendiri

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20241008 113658

Nani, salah seorang TKI ilegal asal NTT yang bekerja di Malaysia, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di sebuah perkebunan kelapa sawit. Kasus Nani hanyalah satu dari sekian banyak kisah pilu pekerja migran NTT yang berakhir tragis.

Menurut data Lembaga Advokasi Kesejahteraan TKI (LAK-TKI), tahun 2023 mencatatkan 118 kematian TKI asal NTT, dengan mayoritas dari mereka adalah pekerja ilegal. Mereka sering kali dipekerjakan dalam kondisi yang tidak manusiawi, tanpa upah yang layak, dan tanpa akses terhadap fasilitas kesehatan.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Fasilitas Kesehatan Terbatas: Rantai Masalah di NTT

Kondisi fasilitas kesehatan di NTT yang terbatas turut memperparah krisis ini. Di berbagai daerah pedesaan, akses terhadap layanan kesehatan masih jauh dari memadai.

Rumah sakit rujukan yang ada di NTT, seperti RSUD Johannes di Kupang, sering kewalahan menangani jumlah pasien yang terus meningkat, termasuk di antaranya TKI yang sakit atau cedera setelah kembali dari luar negeri.

Dalam banyak kasus, fasilitas kesehatan yang minim di kampung halaman turut berkontribusi pada keterlambatan penanganan medis bagi TKI yang mengalami sakit setelah kepulangan mereka.

Baca Juga :  "Saya Kecewa!" Tenaga Medis Ungkap Ketimpangan Jasa COVID-19 di RSUD TC Hillers
  • Bagikan