Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kematian TKI Ilegal dan Keterbatasan Fasilitas Kesehatan NTT: Jeritan Pilu di Tanah Sendiri

Kontributor : SN Editor: Redaksi
IMG 20241008 113658

Namun, minimnya pengetahuan mengenai prosedur legal pemberangkatan TKI membuat mereka rentan terhadap tawaran agen-agen ilegal yang menjanjikan pekerjaan dengan imbalan besar, tetapi tanpa perlindungan hukum.

PH, seorang aktivis tenaga kerja asal Rote Ndao, mengatakan bahwa banyak warga desa yang berangkat bekerja ke luar negeri tanpa melalui prosedur resmi karena keterbatasan biaya dan birokrasi yang rumit.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Banyak dari mereka tidak tahu risiko menjadi TKI ilegal. Mereka hanya ingin mengubah nasib, tetapi justru terjebak dalam lingkaran eksploitasi,” jelasnya.

Upaya Pemerintah dan Tantangan Penanganan

Pemerintah NTT telah berupaya menangani masalah ini dengan memperketat pengawasan terhadap pengiriman TKI ilegal dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang risiko yang mereka hadapi. Namun, upaya ini belum sepenuhnya efektif. Perbatasan yang luas dan sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas imigrasi dan aparat keamanan dalam mencegah pemberangkatan ilegal.

Selain itu, upaya pencegahan trafficking belum sepenuhnya terintegrasi dengan layanan kesehatan dan perlindungan hukum yang memadai. Para aktivis menyerukan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan LSM dalam memastikan perlindungan penuh bagi pekerja migran asal NTT, baik sebelum keberangkatan maupun setelah mereka kembali ke tanah air.

Baca Juga :  Dua Pimpinan DPRD Kabupaten Malaka Terjerat Pinjaman Kontroversial Rp3 Miliar: Risiko Hukum dan Bunga Tinggi Mengancam
  • Bagikan