Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Konflik Narasaosina-Waiburak Telan Tiga Korban Jiwa, LKA RI Dorong Penyelesaian Melalui Hukum Adat Lamaholot

konflik-narasaosina-waiburak-telan-tiga-korban-jiwa-lka-ri-dorong-penyelesaian-melalui-hukum-adat-lamaholot
Konflik Narasaosina-Waiburak Telan Tiga Korban Jiwa, LKA RI Dorong Penyelesaian Melalui Hukum Adat Lamaholot

“Kekuatan moral dan adat yang dimiliki kampung-kampung ini perlu dioptimalkan untuk membantu pemerintah menyelesaikan konflik yang terjadi,” ujarnya.

Di tengah situasi yang masih berduka, LKA RI mengajak seluruh masyarakat Adonara untuk mengedepankan persaudaraan dan menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat memperluas konflik.

Novi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun komentar yang dapat memancing emosi kelompok tertentu.

Menurutnya, perdamaian hanya dapat terwujud apabila semua pihak membuka ruang dialog dan menghormati proses penyelesaian yang sedang dibangun.

LKA RI menyatakan siap mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam mencari jalan keluar atas konflik tersebut melalui pendekatan adat dan budaya yang menghargai nilai-nilai Lamaholot.

“Lamaholot adalah satu keluarga besar. Semangat persaudaraan harus menjadi fondasi untuk mengakhiri konflik dan membangun masa depan yang lebih damai,” kata Novi.

Dengan kembali memanasnya konflik Narasaosina-Waiburak, usulan resolusi “Nayu Baya Keru-Baki” menjadi salah satu alternatif yang kini mendapat perhatian sebagai upaya memutus rantai perang tanding yang berulang di Pulau Adonara.

Baca Juga :  Jaksa Agung Peringatkan Bahaya Ujaran Kebencian dan Hoax di Tahun Politik: Bangsa Terancam Era Post-Truth
  • Bagikan