Asosiasi Jurnalis Turki, MLSA, melaporkan bahwa sepuluh jurnalis ditangkap di rumah mereka pada Senin pagi, termasuk seorang fotografer dari kantor berita Prancis, AFP.
Pihak berwajib menyatakan bahwa penahanan tersebut terjadi karena mereka meliput protes, yang sebagian besar berlangsung di luar Balai Kota Istanbul.
Dilek Kaya Imamoglu, istri dari wali kota yang kini ditahan, menulis di media sosial bahwa tindakan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran kebebasan pers dan bahwa masyarakat tidak boleh diam terhadap hal tersebut.
Penahanan Imamoglu oleh pengadilan setempat pada hari Minggu disusul dengan pembatasan resmi terhadap protes. Imamoglu, yang kini dipenjara menunggu persidangan dengan tuduhan korupsi, juga menghadapi dakwaan terkait terorisme, dengan pihak berwenang mengaitkan dirinya dengan kelompok pro-Kurdi selama kampanye pemilihan lokal tahun lalu.
Baca Juga : AS dan Rusia Siap Keluarkan Pernyataan Terkait Gencatan Senjata di Laut Hitam
Sejak penangkapannya, protes besar pecah di berbagai kota besar seperti Istanbul, Ankara, dan Izmir, dengan ribuan orang turun ke jalan, menjadikan kerusuhan ini sebagai yang terbesar sejak protes Gezi Park pada 2013.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








