Kementerian Luar Negeri Prancis menyebut penangkapan Imamoglu sebagai “serangan serius terhadap demokrasi,” sementara pemerintah Jerman dan Yunani juga mengutuk tindakan tersebut.
Di sisi lain, pemerintahan AS memilih untuk tidak memberikan komentar yang terlalu mendalam mengenai situasi tersebut, dengan menyebutnya sebagai masalah “hukum internal” Turki.
Meskipun demikian, juru bicara Departemen Luar Negeri, Tammy Bruce, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan mengingatkan pentingnya perlindungan hak asasi manusia sesuai dengan konstitusi Turki dan nilai-nilai demokrasi bersama. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








