Menteri Maruarar menambahkan bahwa aspek kearifan lokal sangat diperhatikan dalam pemilihan lokasi. “Kami memahami bahwa adat dan budaya sangat penting bagi masyarakat Flores Timur. Oleh karena itu, kami menghormati tradisi lokal dalam setiap tahapan relokasi,” ungkapnya.
Gibran juga menyoroti pentingnya kelancaran birokrasi dalam proses relokasi ini. Ia meminta agar setiap prosedur administratif dipermudah agar bantuan dapat segera disalurkan.
“Warga yang sudah dalam kondisi sulit ini tidak boleh dipersulit lagi dengan birokrasi yang berbelit-belit. Kita ingin prosesnya cepat dan efisien,” tegasnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan aktivitas erupsi yang cukup aktif. Sebanyak delapan desa terdampak, dan sebanyak 2.905 unit rumah terancam, sehingga relokasi menjadi solusi utama.
“Kami telah mendata warga terdampak, dan saat ini tengah menilai apakah relokasi dilakukan secara menyeluruh atau sebagian,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








