Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan yang sebagian besar terdiri dari pemuda.

Imamoglu ditangkap beberapa hari sebelum diperkirakan memenangkan pemilihan internal untuk menjadi calon presiden dari partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP). Sebelumnya, ia berhasil memenangkan tiga pemilu lokal berturut-turut melawan kandidat dari partai Erdogan, dan dianggap sebagai pemimpin potensial yang bisa mengubah peta politik Turki. Erdogan sendiri memulai karir politiknya sebagai wali kota Istanbul.
Dalam unggahan media sosialnya, Imamoglu menegaskan bahwa penahanannya bukan bagian dari proses peradilan yang adil, melainkan “hukuman di luar hukum,” dan ia menyerukan para pendukungnya untuk bergabung dalam perjuangan demi hak-hak mereka.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








