Ketua MA Tegur Keras Ketua PN Denpasar: Dugaan Praktek Mafia Peradilan Mencuat

Kontributor : Gus Din Editor: Redaksi
IMG 20241011 WA0062

SN – Ketua Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia menegur keras Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Bali dengan surat resmi nomor: 1573/PAN/HK2.04/IX/2024 yang ditandatangani Panitera MA RI Heru Pramono, 20 September 2024. Hal ini terkait proses permohonan Peninjauan Kembali (PK) I Wayan Sureg ke Mahkamah Agung (MA) dengan Akte PK No.2 Tahun 2024

Ketua PN Denpasar mendapat surat balasan MA, karena berkas-berkas novum belum bisa diterima di MA. Balasan surat tidak terima ini terasa janggal karena surat dari Ketua PN Denpasar I nyoman Wiguna ditulis di surat karena pengantarnya salah tahun.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam surat novum ditemukan tanggal 28 Oktober 2022, padahal jelas jelas novum ditemukan tanggal 28 Oktober 2023.

“Surat novum dari pengacara saya (red-I Wayan Sureg Cs) pada tanggal 28 Oktober 2023, yang tentunya belum lewat 180 hari. Sehingga masih sah dan sumpah novum-pun Maret 2024. Kesalahan ini menyebabkan tidak diterima,” kata I Wayan Sureg kepada media, Jumat (11/10/2024).

I Wayan Sureg menduga telah terjadi kejahatan mafia di PN Denpasar bersama termohon Lie Herman Trisna dan pengacara-nya. Kata dia, kenapa novum tanggal 28 Oktober 2023 diganti tanggal 28 Oktober 2022?

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Debu, Kebisingan, dan Janji Palsu: Warga Noelbaki Nekat Tutup Akses Truk Proyek ke Sekolah Rakyat
  • Bagikan